Pengukuran Kualitas Air Sumur (pH, TDS, Salinitas) di Desa Matsa Halmahera Utara

Authors

  • Yanny Yanny Universitas` Muhammadiyah Maluku Utara Author
  • Muliadi Muliadi Universitas Khairun Author
  • Margaretha Tonengan Universitas` Muhammadiyah Maluku Utara Author

Keywords:

Air sumur, Konsumsi, Kualitas, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Desa Matsa Kecamatan Malifut Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu daerah yang lokasinya dekat laut dengan tingkat pertumbuhan penduduk dan perekonomian yang cukup padat (BPPS 2021). Sehingga kebutuhan akan air juga meningkat. Konsumsi air secara berlebihan dapat memicu terjadinya intrusi air laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan  untuk melakukan pengujian tingkat kualitas air sumur layak konsumsi dengan menggunakan parameter pH, TDS (Total Dissolved Solid) dan Salinitas di Desa Matsa. Parameter kualitas air yang digunakan adalah sesuai peraturan pemerintah PerMenKes No.492/Menkes/Per/IV/2010. Berdasarkan hasil pengukuran parameter pH diperoleh nilai rata-rata 5,59 (tidak sesuai), nilai rata-rata TDS 259,30 (sesuai), dan nilai Salinitas 0,021 (sesuai). Untuk menormalkan nilai pH, maka perlu dilakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum diminum.

References

Afrianita, R., Edwin, T., & Alawiyah, A. (2016). Analisis Intrusi Air Laut dengan Pengukuran Total Dissolved Solids ( TDS ) Air Sumur Gali di Kecamatan Padang Utara, 8(November 2015).

Athena, A., Sukar, S., & Hendro, M. (2005). Pengaruh Pengolahan Air di Depot Air Minum Isi Ulang dalam Menormalkan Derajat Keasaman (Ph). Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 15(2), 161843.

Barang, M. H. D., & Saptomo, S. K. (2019). Analisis Kualitas Air pada Jalur Distribusi Air Bersih di Gedung Baru Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, 04(01), 13–24.

BPS. (2021). Kabupaten Halmahera Utara dalam Angka.

Fadila, W. A., Sudarti, S., & Yushardi, Y. (2023). Permasalahan Kualitas Air Permukaan Sebagai Sumber Kehidupan dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(2), 419–427. https://doi.org/10.37478/optika.v7i2.3338

Hutabarat, L. E. (2017). Studi Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence) Akibat Pengambilan Air Tanah Berlebihan di DKI Jakarta. Kumpulan Karya Ilmiah Dosen Universitas Kristen Indonesia, 360–374.

Kesehatan, M., & Indonesia, R. (1990). Peraturan Menteri Kesehatan No . 416 Tahun 1990 Tentang : Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air, (416).

Morintoh, P., Rumampuk, J. F., & Lintong, F. (2015). Analisis Perbedaan Uji Kualitas Air Sumur di Daerah Dataran Tinggi Kota Tomohon dan Dataran Rendah Kota Manado Berdasarkan Parameter Fisika. Jurnal E-Biomedik, 3(1). https://doi.org/10.35790/ebm.3.1.2015.7419

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.

Purwaningtyas, F. Y., Mustakim, Z., Umaminingrum, M. T., & Ghofar, M. A. (2020). Pengaruh Ukuran Zeolit Teraktivasi terhadap Salinitas Air Payau di Desa Kemudi dengan Metode Adsorpsi. In Seminar Nasional Teknik Kimia" Kejuangan" (p.7).

Robo, T., Sofyan, A., Banapon, J. (2019). Kajian Intrusi Air Laut Terhadap Kualitas Air Tanah di Kelurahan Gambesi Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate, Pangea, 1(1), 20–28.

Slamet, J. S. (2007). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gajah Mada Press.

Widada, S. (2007). Gejala Intrusi Air Laut di Daerah Pantai Kota Pekalongan. Jurnal Ilmu Kelautan UNDIP, 12(1), 45–52.

Yusuf, M. (2013). Yusuf, M. (2013). Penelitian Intrusi Air Laut di Kawasan Semarang Utara dengan Metode Gaya Berat Mikro Antar Waktu. Jurnal Fisika, 3(1).

Downloads

Published

2024-06-30