Dari Kalam Normatif ke Teologi Transformatif: Rekonstruksi Amar Ma’ruf Nahi Munkar sebagai Paradigma Konseling Profetik-Emansipatoris
DOI:
https://doi.org/10.66341/complex.v3i1.320Keywords:
amar ma’ruf nahi munkar, konseling Islam, teologi Islam kontemporer, hermeneutik, pemberdayaan sosialAbstract
Dominasi pendekatan normatif dalam teologi Islam sering kali menyebabkan konsep-konsep keagamaan dipahami secara doktrinal dan kurang dikaitkan dengan persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Salah satu konsep yang masih cenderung dipahami secara legalistik adalah amar ma’ruf nahi munkar. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pemahaman amar ma’ruf nahi munkar sebagai paradigma konseling Islam yang lebih dialogis, persuasif, dan berorientasi pada pemberdayaan individu maupun masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan hermeneutik-konseptual. Data diperoleh dari literatur teologi Islam, etika profetik, dan kajian konseling sosial, kemudian dianalisis melalui interpretasi kritis dan rekonstruksi konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar tidak hanya dapat dipahami sebagai kewajiban mengoreksi perilaku, tetapi juga sebagai proses pendampingan sosial yang menekankan penguatan kesadaran, pengembangan kapasitas individu, dan pembentukan tanggung jawab sosial. Rekonstruksi ini menghasilkan tiga dimensi utama, yaitu dimensi edukatif melalui pengembangan nilai dan pengetahuan, dimensi persuasif melalui dialog dan komunikasi yang konstruktif, serta dimensi pemberdayaan melalui penguatan kemampuan individu dalam menghadapi persoalan sosial dan moral. Temuan ini menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar memiliki relevansi sebagai landasan konseptual bagi pengembangan konseling Islam yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian teologi Islam dengan menempatkan amar ma’ruf nahi munkar sebagai pendekatan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan edukatif.
References
Afriyanto, Dwi. “Revitalisasi Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dalam Pendidikan Islam Kontemporer: Perspektif AlQur’an-Hadits.” Journal of Indonesian Culture and Beliefs (JICB) 2, no. 2 (2023): 101–14. https://journal.formosapublisher.org/index.php/jicb/article/view/11479/11236.
Afwan, Fajar, Muhammad Tamamul Iman, and Aisyah Puan Maharani. “Rethinking Liberation Theology in Islam: Asghar Ali Engineer on Justice, Critical Consciousness, and Education.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr 14, no. 2 (2025): 491–99. https://doi.org/10.24090/jimrf.v14i2.13549.
Angelika, Clara, and M Faiz Al Ansori. “Akar Qur’ani d an Perkembangan Ilmu Kalam : Dalam Sejarah Pemikiran Teologi Islam Klasik Sunni Global Kontemporer 1 Clara Angelika , M. Faiz Al Ansori 2.” Journal Of Islamic Studies 4, no. 1 (2026): 23–29.
Azisi, Ali Mursyid, Dina Faiqotul Ilmiyah, Velida Apria Ningrum, Muchammad Amiruddin Salamullah, and Abdul Majid. “Misunderstanding of the Qur’an Verses Amar Ma’Ruf Nahi Munkar By Extreme Muslim in Indonesia.” TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin 22, no. 1 (2023): 245–70. https://doi.org/10.30631/tjd.v22i1.342.
Hikmah, Nurul, and Halimi Halimi. “Dinamika Islam Kontemporer.” Adabiayah Islamic Journal 1, no. 2 (2023): 73–91. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v15i1.698.
Jamilah, Sitti, and Muhammad Saleh. “Reconstruction Of Islamic Theology For Gender-Responsive Moral Education: From Tawhid To Amar Ma’ruf Nahi Munkar.” TPM 32, no. 4 (2025): 1130–38.
Jayadi, Lionarto Erson. “Teologi Pembebasan Dalam Pascamodernitas.” Indonesian Journal of Religious 7, no. 1 (2024): 15–31. https://doi.org/10.46362/ijr.v7i1.63.
KementerianPUPR, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Energía Y Arquitectura, Tulo I Introducci, 赫晓霞, Tulo Iv, et al. “Teologi Islam Di Era Modern: Antara Tantangan Dan Peluang Dalam Pemikiran Kontemporer Muh.” Jurnal Ilmiah AL-Jauhari 8, no. 2 (2023): 232–46. https://doi.org/10.30603/jiaj.v8i2.4249.
Latif, Muhaemin. “Membincang Ulang Teologi Islam Klasik.” Membincang Ulang Teologi Islam Klasik Dalam Dunia Kontemporer Muhaemin V, no. 1 (2006): 114–29.
Pratama, Dito Alif. “Reconciliation of Social Movement: Debate of Syarikat Indonesia’s Role in the Advocay of the 1965’ Victims.” Jurnal Theologia 34, no. 2 (2023): 149–72. https://doi.org/10.21580/teo.2023.34.2.18329.
Riyadi1, Slamet, Al Munip2, Ahmad Junaidi3, Taslim Buaja4, Syahrial Shaddiq5, Nining, and Andriani6. “Konseling Adlerian Integratif Islam: Menyatukan Spiritualitas Dan Psikologi Sosial Dalam Pembentukan Kepribadian Sehat Muhammad.” FOKUS 9, no. 1 (2025): 48–60. https://doi.org/10.22460/fokus.v9i1.
Rofik, Zainur. “Pendidikan Islam Transformatif (Menggali Karakteristik Manajemen Perubahan Yang Efektif).” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) 5, no. 01 (2024): 644–59. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.6141.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asifaturosida, Shinta Elmiah, Versatun Dahibiyah, Ali Hasan Siswanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










