Dinamika Politik Islam Kontemporer di Indonesia: Telaah Filosofis Berbasis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
DOI:
https://doi.org/10.66341/complex.v3i1.343Keywords:
Politik Islam, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, IndonesiaAbstract
Politik Islam kontemporer di Indonesia menghadapi ketegangan paradoksal: di satu sisi nilai-nilai Islam telah terserap secara substantif ke dalam sistem hukum dan politik nasional, namun di sisi lain implementasinya masih inkonsisten akibat tarik-menarik antara otoritas agama, kekuasaan negara, dan adat lokal. Meskipun kajian tentang hukum Islam dan organisasi politik Islam telah berkembang pesat, belum ada studi yang secara sistematis mengkaji politik Islam Indonesia melalui kerangka filosofis terintegrasi yang mencakup ontologi, epistemologi, dan aksiologi secara bersamaan. Artikel ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan menganalisis: (1) hakikat ontologis politik Islam dalam konteks kontemporer Indonesia; (2) konstruksi epistemologis pemikiran politik Islam melalui ijtihad dan maqashid al-syariah; dan (3) dampak aksiologis politik Islam terhadap demokrasi dan kohesi sosial Indonesia. Menggunakan metode kepustakaan kualitatif dengan pendekatan teologis-normatif, data dikumpulkan dari jurnal ilmiah terindeks (2021–2026), teks hukum Islam klasik dan kontemporer, serta dokumen kebijakan yang relevan, dipilih berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan kesesuaian tematik dengan tiga kerangka analisis. Data dianalisis melalui analisis deskriptif untuk dimensi ontologis, analisis kritis untuk dimensi epistemologis, dan analisis transformasi untuk dimensi aksiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik Islam di Indonesia bersifat substantif bukan formalistik; konstruksi epistemologisnya sedang bertransisi dari paradigma tekstualis menuju paradigma integral, namun belum tuntas akibat lemahnya daya ikat kelembagaan fatwa; dan dampak aksiologisnya bersifat ambivalen, berkontribusi pada konsolidasi demokrasi sekaligus menghadirkan risiko polarisasi berbasis politik identitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka filosofis integratif yang menyintesiskan tiga dimensi analisis politik Islam yang selama ini dikaji secara terpisah.
References
Caniago, S., Yaswirman, Y., Efrinaldi, E., Warman, A. B., & Efendi, R. (2025). Dynamizing contemporary ijtihad: Inclusivity and the positivization of Islamic law in Indonesia's national legal system. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 5(1), 121–129. https://doi.org/10.24042/6rvr2d48
Fauzani, M. A. (2021). Potret konstitusionalisme hukum Islam dalam bingkai ketatanegaraan Indonesia. Abhats: Jurnal Islam Ulil Albab, 2(2), 78–96.
Hidayat, R., Gassing, Q., & Kurniati. (2024). The hegemony of Nadhlatul Ulama on political dynamics in Indonesia. POLITEA: Jurnal Politik Islam, 7(1), 56–70.
Janwar, F., Marifat, M. N., & Kurniati. (2026). Islam kontemporer: Antara otoritas teks dan dinamika zaman. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, 3(1), 160–166. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v3i1.1564
Jannah, M., Kurniati, & Ilyas, M. (2025). Dialektika Receptio in Complexu dan Receptio a Contrario: Implementasi hukum Islam dalam sistem hukum Indonesia. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 17(2), 269–289.
Jasnain, T., Mardianti, B., Sari, R., Wardarita, R., & Utami, P. I. (2022). Kajian ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam pendidikan Islam di Indonesia. Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 5(1), 43–56. https://jurnal.stit-al-ittihadiyahlabura.ac.id/index.php/alfatih
Kasim, D., & Rahman, M. G. (2025). Dinamika pemberlakuan hukum Islam di Indonesia: Jejak, produk, dan potensi pengembangannya. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 6(1), 24–40.
Khashogi, L. R. (2022). Menakar rekonstruksi maqashid syariah telaah genealogis pendekatan sistem Jasser Auda. POLITEA: Jurnal Politik Islam, 5(1), 64–82. https://doi.org/10.20414/politea.v5i1.5042
Khuluq, M. K., Mu'allim, A., & Mukharrom, T. (2024). Ijtihad jama'i, multi, inter, and transdisciplinary approaches: A new paradigm of contemporary Islamic law. International Journal of Science and Society, 6(4), 468–483. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v6i4.1367
Luthfiyah, L., & Khobir, A. (2023). Ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat pendidikan. Jurnal Basicedu, 7(5), 3249–3254. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i5.6150
Masyhuri, M., & Khunaini, F. (2024). Relevansi hukum Islam dalam dinamika kontemporer: Analisis kontekstual terhadap prinsip maqashid al-shariah. JPik, 7(1), 38–54. https://doi.org/10.71025/2pjrkj61
Muzaki, A., Luttadinata, Z., & Putri, A. E. (2024). Politik identitas dalam pemilu di Indonesia: Tinjauan prinsip-prinsip fiqh siyasah. Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 7, 35–52. https://journal.appihi.or.id/index.php/Terang/article/view/1651
Najib, A. (2021). Dialektika politik hukum Islam dalam pembangunan sistem hukum nasional. Hukmy: Jurnal Hukum, 1(1), 109–131.
Nabilah, A. A., Gusnata, & Kurniati. (2024). Relevansi pemikiran etika politik Islam Al-Mawardi terkait kepemimpinan dalam era kontemporer. Jurnal Terang, 2(2), 193–201.
Putri, A. R., Rafsanzani, A. A., & Lestari, L. (2026). Paradigma filsafat Islam: Analisis ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat, 3(3), 111–127. https://doi.org/10.61132/akhlak.v3i3.2221
Solikhudin, M. (2021). Ijtihad politik Nahdlatul Ulama dalam konfigurasi pemikiran fikih siyasah KH MA Sahal Mahfudh. Ahkam, 9(2), 269–300. https://ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/ahkam/article/view/4626
Supardin. (2021). Fikih peradilan agama di Indonesia (Cet. VII). Alauddin University Press.
Zainuddin, Qadir Gassing, & Kurniati. (2024). Manfaat dan mafsadat teknologi modern persfektif maslahah. UNES Law Review, 6(2), 6782–6789. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ryan Hakim Almuhayawi, Chandra Alfian, Kurniati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










